Anak kos butuh internet stabil untuk kuliah online, kerja, dan hiburan — tapi budget terbatas dan sering pindah. Kabar baiknya, pasang WiFi di kos atau kontrakan sekarang jauh lebih fleksibel. Ini cara melakukannya tanpa boros.
1. Cari opsi tanpa kontrak panjang
Kalau kamu tidak yakin akan tinggal lama, hindari kontrak 12 bulan yang kena penalti kalau berhenti. Beberapa provider punya paket tanpa kontrak atau kontrak pendek — biaya pasang biasanya sedikit lebih tinggi, tapi kamu bebas berhenti kapan saja.
2. Patungan yang adil
Satu WiFi bisa dipakai ramai-ramai. Kunci patungan yang awet:
- Tentukan siapa pemegang akun dan siapa yang bayar ke provider
- Bagi rata biaya bulanan sejak awal, tulis kesepakatannya
- Pakai satu orang sebagai penanggung jawab agar tidak saling lempar saat jatuh tempo
- Pertimbangkan kecepatan lebih tinggi kalau penggunanya banyak, biar tidak lemot
3. Minta izin pemilik dulu
Penarikan kabel fiber kadang perlu bor tembok atau menempel klip di dinding. Selalu minta izin pemilik kos/kontrakan sebelum survei, supaya pemasangan tidak dibatalkan di tempat. Tanyakan juga apakah bangunan sudah pernah dipasangi fiber sebelumnya — kalau ya, prosesnya lebih cepat.
4. Pilih kecepatan yang cukup, jangan berlebihan
Untuk 1-2 orang, paket kecepatan paling kecil biasanya sudah cukup untuk streaming HD dan kuliah online. Ambil kecepatan menengah hanya kalau penghuninya banyak. Membayar 100 Mbps untuk dipakai sendiri seringkali mubazir.
Bandingkan paket hemat semua provider
5. Pastikan area kos terjangkau
Banyak kos dan kontrakan berada di gang yang jangkauan fibernya belum merata. Cek ketersediaan di alamat kos dulu sebelum janjian sama teman-teman patungan.
Bingung pilih yang mana? Sebut alamat kos dan berapa orang yang akan patungan, kami bantu carikan paket paling hemat yang benar-benar tersedia di sana.